Minggu, 31 Agustus 2008

Kurma?? ada apanya c?

Kurma, begitu banyak yang kita dengar dan makanan ini jadi begitu populer, apalagi pas bulan ramadhan. Dan Rasulullah pun menganjurkan mengkonsumsinya, dan untuk sebuah sunnah, pasti ada alasannya kan?

beberapa manfaat kurma yang sejauh ini ditemukan....

1. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan

2. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran

3. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.

4. Potasium dalam kurma bermanfaat mengatasi kelelahan otot, juga menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko stroke.

5.Kombinasi zat besi dan hidrat arang baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.

beberapa hadist mengenai kurma:

Apabila salah seorang diantara kamu puasa, hendaklah berbuka dengan kurma , bila tidak ada hendaklah dengan berbuka dengan air, sesungguhnya air itu bersih." (H.R. Ahmad dan Tarmidzi).

Berilah makan buah kurma kepda isteri-isteri kamu yang sedang hamil, karena isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah s.w.t., menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam." (H.R. Bukhari)

Jumat, 29 Agustus 2008

Tips Meredam Marah

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda "Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai" (H.R. Ahmad).

DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan :
1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (H.R. Abu Dawud).

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di
lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)

Sabtu, 23 Agustus 2008

pokoknya :: karena Allah!!!

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bahwasanya ada seseorang meninjau saudaranva di desa lain. Maka Allah mengintaikan Malaikat di jalannya dengan bertanya : "Mau kemanakah kamu?". Ia menjawab : "Saya mau (pergi) kepada saudaraku di desa ini'. Malaikat bertanya : "Apakah ada kenikmatan yang kamu peroleh ?". Ia menjawab : "Tidak hanya saya mencintainya karena Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar". Malaikat berkata : "Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, karena Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena Allah".


Dari Mu'adz bin Jabal ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : "Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : "Pastilah kecintaan Ku bagi orang-orang yang cinta karena Ku, orang-orang yang duduk karena Aku, orang-orang yang berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang memberi karena Aku". (Hadits ditakhrij oleh Malik).

hadist tentang kekuatan elemen (bukan avatar koq)

Dari Anas bin Malik ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : "Ketika Allah menciptakan bumi, bumi itu goyang, maka Dia menciptakan gunung-gunung, lalu bumi itu menjadi tetap (tidak bergoyang). Maka Malaikat heran terhadap kehebatan gunung, mereka bertanya : "Wahai Tuhanku, adakah makhlukMu yang lebih hebat dari pada gunung ?" Dia berfirman: "Ya, besi". Mereka bertanya : "Wahai TuhanKu, adakah makhlukMu yang lebih hebat dari pada besi ?" Dia berfirman : "Ya, api". Mereka bertanya : "Wahai TuhanKu, adakah makhlukMu yang lebih hebat dari pada api ?" Dia berfirman : "Ya, air". Mereka bertanya : "Wahai TuhanKu, adakah makhlukMu yang lebih hebat dari pada air. ?" Dia berfirman : "Ya, angin". Mereka bertanya : "Wahai TuhanKu, adakah dari makhlukMu yang lebih hebat dari pada angin ?"Dia berfirman : "Ya, anak Adam yang tangan kanannya mensedekahkan sesuatu dengan tersembunyi dari tangan kirinya". (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

yah, yang penting bukan elemennya, bukan api dari nafas, bukan genggaman yang membelokkan metal,dll He4,.
jadi Aang kalah sama orang yang bersedekah dengan ikhlas dan tanpa pamrih, peace~
:D

shalawat, kenapa c??

Dari Abdullah bin Abu Thalhah dari ayahnya ra., ia berkata : Bawasanya Rasulullah saw. pada suatu hari datang dengan wajah gembira, lalu kami berkata : "Sesungguhnya kami melihat kegembiraan di wajah engkau". Beliau bersabda : "Sesungguhnya datanglah Malaikat kepadaku. Ia berkata : "Wahai Muhammad, bukankah menjadikan engkau ridha, bahwasanya tidaklah seseorang membaca shalawat (memohon rahmat) atasmu melainkan Aku melimpahkan rahmat atasnya sepuluh kalinya, dan tidak seorangpun memohon keselamatan atasmu, melainkan Aku mem­berikan keselamatan atasnya sepuluh kalinya". (Hadits ditakhrij oleh An Nasa'i).

Sabar dan balasan-Nya

Dari Abu Musa Al Asy'ari ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Apabila anak manusia meninggal maka Allah berfirman kepada MalaikatNya : "Kamu matikan anak hambaKu ?". Mereka menjawab, "Ya". Dia berfirman : "Kamu matikan buah hatinya ?" Mereka menjawab : "Ya". Dia berfirman : "Apakah yang diucapkan oleh hambaKu?" Mereka menjawab : "Memuji dan mengembalikannya kepadaMu (membaca istirja')". Allah berfirman : "Bangunlah rumah untuk hambaKu di sorga, dan berilah nama Baitul Hamdi (rumah pujian)". (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Abu Umamah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : "Allah Yang Maha Suci berfirman : "Hai anak Adam, jika kamu sabar dan mengharapkan pahala pada kejadian pertama, aku tidak merelakan pahala untukmu selain sorga". (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Hisab amal manusia

adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : "Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?". Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : "Sempurnakanlah fardhu itu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Dari Tamim ad Dari ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : "Sesuatu yang pertama diperhitungkan pada hamba di hari Qiyamat adalah shalatnya. Jika ia menyempurnakannya maka dicatat baginya shalat sunatnya. Jika ia tidak menyempurnakannya maka Allah Yang Maha Suci berfirman kepada para malaikatNya : "Lihatlah apakah kamu menjumpai shalat sunat bagi hambaKu ? maka sempurnakanlah dengannya fardhu yang disia-siakannya. Kemudian amal-amalnya diambil menurut perhitungan itu". (Hadits ditakhrij oleh Abu Daud).

Senin, 18 Agustus 2008

Hidup dan segala urusannya

Kehidupan dunia adalah kelelahan dan kepayahan. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. Al-Balad: 4). Kelelahan ini terlihat di dalam segala urusan. Suapan yang dimakan oleh seseorang tidak diperoleh kecuali dengan kelelahan. Seteguk minum juga demikian. Bahkan pakaian dan tempat tinggal. Lebih dari semua itu, penyakit-penyakit yang menimpa manusia, musuh-musuh dan kawan-kawannya mendatangkan problem baginya. Gangguan pun bisa datang dari anak-anak dan kerabatnya.

Argumentasi Musa dan Adam (Shahih)

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Adam dan Musa berdebat di sisi Tuhan keduanya. Maka Adam mengalahkan argumen Musa." Musa berkata, ’Kamu adalah Adam yang diciptakan oleh Allah dengan tangan-Nya. Dia meniupkan ruh-Nya padamu, Dia memerintahkan Malaikat sujud kepadamu, dan Dia mengizinkanmu tinggal di Surga-Nya. Kemudian gara-gara kesalahanmu, kamu menjadikan manusia diturunkan ke bumi.’ Adam menjawab, Kamu adalah Musa yang dipilih oleh Allah dengan risalah dan Kalam-Nya. Dia memberimu Lauh [kepingan kayu atau batu; pent] yang berisi penjelasan tentang segala sesuatu. Dia telah mendekatkanmu kepada-Nya sewaktu kamu bermunajat kepada-Nya. Berapa lama kamu mendapatkan Allah telah menulis Taurat sebelum aku diciptakan?’ Musa menjawab, ’Empat puluh tahun.’ Adam bertanya, ’Apakah di sana tertulis, 'Dan durhakalah Adam kepada Allah dan sesatlah dia.’ (QS. Thaha: 121)?’ Musa menjawab, ’Ya.’ Adam berkata, ’Apakah kamu menyalahkanku hanya karena aku melakukan sesuatu yang telah ditulis oleh Allah atasku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakanku?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Adam mengungguli argumen Musa."

Nabi Luth (Taurat dan pembenarannya)

Siapa yang membaca Taurat, maka dia mendapati banyak peristiwa tentang Luth dengan alur cerita yang jelas. Dia akan mendapati bahwa Al-Qur'an membenarkan banyak kejadian dan peristiwanya. Hanya saja, di dalamnya terdapat penyimpanganpenyimpangan, dan sebagian di antaranya tampak sepele, sedangkan yang lainnya termasuk penyimpangan yang besar dan berbahaya. Di antara penyelewengan ini adalah klaim mereka bahwa Malaikat yang mampir di rumah Ibrahim dan mereka memakan suguhan makanan yang dihidangkan Ibrahim kepada mereka. Ibrahim menghidangkan – sebagaimana dikatakan oleh Taurat – daging anak sapi bakar dengan susu yang berbusa. Para Malaikat makan hidangan Ibrahim tersebut. (Safar Takwin, Ishah 18 poin 8) "Manakala para Malaikat datang kepada Luth, mereka juga makan roti dan madu yang dihidangkan." (Safar Takwin, Ishah 19 poin 3)Firman Allah membantah dan membatalkan klaim ini. Firman-Nya, "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (Malaikat-Malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira. Mereka mengucapkan, 'Salaman' (selamat). Ibrahim menjawab, 'Salamun' (selamatlah). Maka tidak lama kemudian, Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (Malaikat-Malaikat) yang diutus kepada kaum Luth'." (QS. Hud: 69-70) Para Malaikat tidak menjulurkan tangan mereka ke makanan, sehingga Ibrahim merasa aneh dengan sikap mereka, maka terbersit rasa takut dari diri mereka. Orang-orang yang tidak makan makanan tamu biasanya adalah para musuh yang datang menginginkan keburukan. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan tentang jati diri mereka kepada Ibrahim. Jelaslah alasan mereka, karena tabiat para Malaikat adalah tidak makan dan tidak minum.
Di antara penyimpangan Taurat yang dikoreksi oleh Al-Qur'an adalah bahwa jumlah Malaikat lebih dari dua, tidak seperti yang dinyatakan oleh Taurat bahwa Malaikat hanya dua saja. Di antara poin yang diakui kebenaran oleh hadits adalah bahwa Luth meletakkan putri-putrinya di antara para tamunya dan kaumnya ketika mereka masuk ke rumahnya. Taurat menyebutkan bahwa Luth keluar kepada kaumnya di luar rumah dan menutup pintu di belakangnya. Penyimpangan Taurat yang paling berbahaya adalah apa yang dinisbatkan kepada Nabiyullah Luth secara dusta dan palsu. Mereka mengklaim bahwa Luth yang menghabiskan seluruh umurnya untuk memerangi perbuatan keji telah berzina dengan kedua putrinya. Mereka mengklaim bahwa kedua putri Luth bersekongkol setelah dia keluar dari desa yang diadzab dan tinggal di sebuah gua di gunung dekat kota Shauar. Kedua putrinya itu khawatir jika keturunan bapaknya akan terputus, maka keduanya menyuguhkan khamr kepadanya selama dua malam berturutturut sampai dia teler. Selanjutnya, putrinya yang tertua tidur bersamanya di malam pertama dan diteruskan dengan adiknya di malam berikutnya, hingga keduanya hamil darinya. Dari keturunan putri pertamanya adalah Muabiyin dan dari keturunan kedua adalah Amuniyin. Demi Allah, mereka telah berdusta. Rasul-Rasul Allah terjaga dari perbuatan keji. Tidak mungkin Allah membiarkan Nabi-Nya terjerumus ke dalam perbuatan keji seperti ini. Justru dialah orang suci yang memerangi kemunkaran ini. Tidak mungkin putri-putri Luth yang shalihah yang telah diselamatkan oleh Allah dari kota orang-orang yang diadzab karena kesuciannya, melakukan perbuatan keji seperti ini dengan bapaknya. Mustahil dan tidak mungkin. Akan tetapi, jiwa-jiwa kotor selalu ingin mengotori orang-orang baik lagi suci.

Nabi Luth (Al-qur'an dan Al-hadist)

Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak Subhanahu wa Ta’ala dari Ibnu Abbas berkata,
"Manakala utusan-utusan Allah datang kepada Luth, Luth mengira mereka adalah para tamu yang menemuinya. Maka Luth meminta mereka untuk mendekat dan mereka duduk di dekatnya. Luth menghadirkan tiga orang putrinya. Luth menyuruh putri-putrinya agar duduk di antara para tamu dan kaumnya. Maka kaumnya datang dengan tergopoh-gopoh. Ketika Luth melihat mereka, dia berkata, 'Inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku terhadap tamuku ini." (QS. Hud: 78). Kaumnya menjawab, "Bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS. Hud: 79). Luth berkata, "Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolakmu atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat, tentulah aku lakukan." (QS. Hud: 80) Lalu Jibril menengok kepadanya dan berkata, "Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan mampu mengganggumu." (QS. Hud: 81). Ibnu Abbas berkata, "Lalu Jibril menghapus penglihatan mereka, maka mereka pulang dengan lari tunggang langgang sampai mereka keluar kepada orang-orang yang berada di pintu. Mereka berkata, 'Kami datang kepada kalian dari sisi orang yang paling mahir sihirnya. Dia telah menghapus penglihatan kami.’ Maka mereka lari tunggang langgang sampai mereka masuk di sebuah desa. Pada malam hari desa itu diangkat sampai ia berada di antara langit dan bumi, sehingga mereka mendengar suarasuara burung di udara. Kemudian desa itu dijungkirbalikkan, lalu keluarlah angin kencang kepada mereka. Barangsiapa terkena angin itu, pastilah ia mati. Dan barangsiapa yang kabur dari desa tersebut, maka ia akan dikejar oleh angin tersebut yang berubah menjadi batu yang akan membunuhnya." Ibnu Abbas melanjutkan, "Lalu Luth pergi dengan ketiga putrinya. Ketika dia sampai di tempat begini-begini di kota Syam, putrinya yang besar meninggal, maka keluarlah darinya mata air yang bernama Wariyah. Luth terus berjalan hingga tiba di tempat yang dikehendaki oleh Allah, dan putrinya yang termuda mati, maka memancarlah dari sisinya mata air yang diberi nama Ra'ziyah. Putri Luth yang masih hidup adalah yang tengah."

Ibrahim dan Istri Ismail

Setelah wafatnya Ibu Ismail(Hajar),dan setelah Ismail menikah, Ibrahim datang untuk mencari yang dulu ditinggalkannya, tetapi ia tidak menemukan Ismail di sana. Lalu Ibrahim menanyakan keberadaan Ismail kepada istrinya (menantu Ibrahim). Istri Ismail menjawab, "Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami." Kemudian Ibrahim menanyakan perihal kehidupan dan keadaan mereka, maka istrinya menjawab, "Kami berada dalam kondisi yang buruk. Kami hidup dalam kesusahan dan kesulitan." Ia mengeluh kepada Ibrahim. Ibrahim pun berpesan, "Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya agar mengubah palang pintunya." Ketika Ismail datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, kemudian ia bertanya, "Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?" "Ya, kami didatangi seorang yang sudah tua, begini dan begitu, lalu ia menanyakan kepada kami mengenai dirimu, dan aku memberitahukannya. Selain itu, ia pun menanyakan ihwal kehidupan kita di sini, maka aku pun menjawab bahwa kita hidup dalam kesulitan dan kesusahan," jawab istrinya. "Apakah ia berpesan sesuatu kepadamu?" tanya Ismail. Istrinya menjawab, "Ia menitipkan salam kepadaku untuk aku sampaikan kepadamu dan menyuruhmu agar mengubah palang pintu rumahmu." Ismail pun berujar, "Ia adalah ayahku. Ia menyuruhku untuk menceraikanmu. Karenanya, kembalilah engkau kepada keluargamu." Maka Ismail menceraikannya, lalu mengawini wanita lain dari Bani Jurhum. Ibrahim tidak mengunjungi mereka selama beberapa waktu.
Setelah itu Ibrahim mendatanginya, namun ia tidak juga mendapatinya. Kemudian ia menemui istrinya dan menanyakan perihal keadaan Ismail. Maka istrinya menjawab, "Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami." "Bagaimana keadaan dan kehidupan kalian?" tanya Ibrahim. Istri Ismail menjawab, "Kami baik-baik saja dan berkecukupan." Seraya memuji (bersyukur kepada) Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian Ibrahim bertanya, "Apa yang kalian makan?" Istri Ismail menjawab, "Kami memakan daging." "Apa yang kalian minum?" lanjut Ibrahim. Istri Ismail menjawab, "Air." Kemudian Ibrahim berdoa, "Ya Allah, berkatilah mereka pada daging dan air."
Selanjutnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Pada saat itu mereka belum mempunyai makanan berupa biji-bijian. Seandainya mereka memilikinya, niscaya Ibrahim akan mendoakannya supaya mereka diberikan berkah pada biji-bijian itu." Lebih lanjut Ibnu Abbas berkata, "di luar Makkah, kedua jenis itu (daging dan air) bisa didapatkan dengan mudah, hanya saja keduanya tidak cocok (sebagai makanan pokok)." Ibrahim berpesan, "Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan suruh ia untuk memperkokoh palang pintunya."Ketika datang, Ismail bertanya, "Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?" Istrinya menjawab, "Ya, ada orang tua yang berpenampilan sangat bagus –seraya memuji Ibrahim- dan ia menanyakan kepadaku perihal dirimu, lalu kuberitahukan. Setelah itu ia menanyakan perihal kehidupan kita, maka aku menjawab bahwa kita baik-baik saja." "Apakah ia berpesan sesuatu hal kepadamu?" tanya Ismail. Istrinya menjawab, "Ya, ia menyampaikan salam kepadamu dan menyuruhmu agar memperkokoh palang pintumu." Lalu Ismail berkata, "Ia adalah ayahku. Engkaulah palang pintu yang dimaksud. Ia menyuruhku untuk tetap hidup rukun bersamamu."

3 Kebohongan Nabi Ibrahim

Maka tidaklah Nabiullah Ibraim berdusta, kecuali tiga kali, yaitu ucapan, "Sesungguhnya aku sakit." (QS. Ash-Shaffat: 89), ketika mereka mengajaknya berpartisipasi dalam hari raya mereka yang syirik dan batil. Yang kedua adalah ucapannya, "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya." (QS. Al-Anbiya: 63), ketika dia menghancurkan berhala dan membiarkan patung terbesar dengan mengalungkan kapak di lehernya, dan dia menyatakan bahwa patung besar inilah penghancur patung-patung kecil. Dan yang ketiga adalah ucapan Ibrahim dalam kisah ini kepada raja dzalim tersebut, bahwa Sarah adalah saudara perempuannya demi melindungi diri dari ancaman siksa raja zhalim tersebut.Ibrahim mengirim istrinya kepada raja dzalim itu, dan dia bersegera melakukan shalat untuk berdoa kepada Allah dan berlindung kepada-Nya. Allah telah menjaga Sarah, istri Ibrahim, untuk Ibrahim, sebagaimana Dia menjaga diri Sarah.

Wafatnya Nabi Adam

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa'di berkata, "Aku melihat seorang Syaikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya." Mereka menjawab, "Itu adalah Ubay bin Kaab." Ubay berkata, "Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, 'Wahai anak-anakku, aku ingin makan buah Surga." Lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para Malaikat yang telah membawa kafan Adam dan wewangiannya. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul. Para Malaikat bertanya, "Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?" Mereka menjawab, "Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari Surga." Para Malaikat menjawab, "Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba." Lalu para Malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa, "Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala." Lalu para Malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata di atasnya. Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu. Lalu mereka berkata, "Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian." (Hadits ini walaupun mauquf (sanadnya tidak sampai pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) pada Ubay bin Kaab, tetapi mempunyai kekuatan hadits marfu’, karena perkara seperti ini tidak membuka peluang bagi akal untuk mengakalinya.